Kamis, 27 Desember 2007

Uang Itu Candu (2 Tamat)

Lagi-lagi semua karena uang telah menjadi hobby untuk dibelanjakan....
Bekerja untuk uang sama seperti merokok untuk mendapatkan ketenangan. Menghisap sebatang rokok akan memunculkan sensasi ketenangan. Namun ketenangan ini bersifat sementara sehingga ketika sebatang rokok telah habis dihisap, maka akan disusul oleh batang demi batang yang lainnya. Demikian seterusnya hingga ..... (game over). Maaf.
Tujuan bekerja dari setiap orang bisa berbeda-beda. Mungkin anda bekerja untuk beribadah, teman anda bekerja demi mendapatkan anak bosnya, yang lain bekerja soalnya perlu bekerja... naah.. loe...
Mungkin beberapa dari anda berpikir, sebuah hal yang aneh jika seseorang bekerja tidak untuk uang. Saya akan coba menerangkan dengan ilustrasi, mudah-mudahan saya bisa menjelaskannya.
Perhatikanlah seekor cicak yang ada di dinding rumah anda ketika sore menjelang. Kalo di rumah anda tidak ada cicak, anda bisa lihat di dinding rumah tetangga anda. Dan biasanya jika musim hujan begini, cicak-cicak itu ada di kamar tidur.. *halah, becanda*.
Cicak, ketika dia lapar akan serta merta mencari nyamuk yang hinggap di dinding atau dimana saja yang mungkin bagi cicak untuk disamperin (disamperin, bahasa Indonesia bakunya apa ya?). Bisa jadi si nyamuk sial ini ada di sela-sela daun pintu, sehingga hup ketika cicak berhasil menangkap nyamuk yang ada di sela-sela daun pintu si cicak mungkin juga bisa almarhum karena si pemilik rumah kaget trus menutup pintu dengan tiba-tiba. Atau, bisa jadi si cicak menangkap si nyamuk sial waktu si nyamuk sedang ada di atas bantal. Hup! Plak! Iiihhh... geli... ada cicak di atas bantal. Bisa jadi waktu itu si pemilik bantal kaget dan kemudian menamparnya. Ato kalo sedang bernasib baik, si cicak bisa mendapatkan ciuman dari si pemilik. Yaaahh... kali aja si cicak bisa berubah jadi Prince Charming.. Hwehehehe.....
Artinya apa? Artinya ketika mangsa menjadi tujuan atau lebih tepatnya fokus hidup si cicak, dia akan berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan nyamuk-nyamuk yang ada di sekitarnya. Padahal ketika dalam suatu waktu itu ada banyak sekali nyamuk yang beredar di sekitar si cicak, si cicak akan serta merta berburu dari satu dinding ke sisi dinding yang lainnya. Semenit ada di utara, semenit kemudian berlari-lari ke selatan, trus ke timur kemudian ke barat.. itulah nama-nama arah mata angin. Kesana kemari, apa yang didapatkan mungkin sebanding dengan usahanya, namun seringkali apa yang didapat itu lebih sedikit dari yang diusakannya.
Ilustrasi kedua:
Setelah anda puas mengamati tingkah laku cicak ijo tadi, keluarlah dari rumah anda menuju pekarangan. Jika tidak punya pekarangan, kaciannn deh loe...
Di pekarangan anda, carilah seekor laba-laba. Perhatikanlah upaya yang dilakukan si laba-laba. Fokus utama laba-laba dalam mencari makan adalah membangun jaring. Tujuannya, dengan semakin luas dan kuat jaring yang dipunya si laba-laba, akan memberikan peluang semakin banyaknya mangsa yang terjerat disana. Dalam dunia laba-laba, hukum investasi "High Risk High Return" tidak berlaku lagi. Yang berlaku adalah "Low Risk High Return". Yup. Dengan membangun jejaring itu, si laba-laba tidak perlu capek-capek mengejar mangsa kesana kemari. Dia tinggal tunggu mangsanya datang sendiri.
Tak pikir, dua ilustrasi itu sudah bisa menjadi wakil dari pelajaran (ciee... pelajaran) ehmm... apa ya... ya gitu deh pokok'nye ...
Peringatan! Jika ketidakmampuan menyerap ilmu ini berlanjut, segera cek golongan darah. Mungkin anda bukan golongan manusia... Tapi golongan yang lain...

Tidak ada komentar: