Jumat, 28 Desember 2007

[Fwd] Don't Dear Daughter

Surabaya, Akhir Desember 2007 *Tutup Buku Sudah Dekat*

Pagi ini, kudapatkan sebuah pesan via email dari seorang teman sekantor. Membacanya, membuatku terhenyak... Menyadari sisi lain dari hidup seseorang yang begitu dekat...
Hingga, kutuliskan itu untuk kalian...
Read it....


Anakku yang kusayangi...
Disuatu saat ketika kau menyadari bahwa aku telah menjadi sangat tua
Cobalah berlaku sabar dan cobalah mengerti aku...
Jika banyak makanan yang tercecer ketika aku makan
Jika aku menjadi kesulitan ketika mengenakan pakaianku sendiri
Cobalah sabar...
Kenanglah saat - saat waktu di mana aku meluangkan waktuku untuk mengajarimu
tentang segala hal yang perlu kamu tahu ketika kamu masih kecil
Jika aku mengulang mengatakan hal yang sama berpuluh kali
Jangan menghentikanku!
Dengarlah aku!!!
Ketika kau kecil,
kau selalu memintaku membacakan cerita yang sama berulang-ulang
dari malam yang satu ke malam yang lain
hingga kamu tertidur
Dan aku lakukan itu untukmu...
Dan jika aku enggan mandi,
jangan memarahiku dan mengatakan kepadaku bahwa itu memalukan..
Ingatlah berapa banyak pengertian yang kuberikan kepadamu
menyuruhmu mandi di kala kecilmu.
Aku mengajarimu banyak hal ….
Cara makan yang baik……
cara berpakaian yang baik…….
berperilaku yang baik………..
bagaimana menghadapi problem dalam kehidupan…..
Jika terkadang aku menjadi pelupa dan aku tidak dapat mengerti dan mengikuti pembicaraan,
beri aku waktu untuk mengingat
dan jika aku gagal melakukannya
jangan sombong dan memarahiku,
karena yang penting bagiku adalah….
aku dapat bersamamu dan dapat berbicara padamu.
Jika aku tak mau makan, jangan paksa aku !
Aku tahu bilamana aku lapar dan kapan aku tak lapar
Ketika kakiku tak lagi mampu menyangga tubuhku,
untuk bergerak seperti sebelumnya…..
…Bantulah aku dengan cara yang sama ketika aku merengkuhmu dalam tanganku,
mengajarimu melakukan langkah-langkah pertamamu……
Dan kala suatu saat nanti, ketika aku katakan padamu
bahwa aku tak lagi ingin hidup…………,
ketika aku ingin mati…..,
jangan marah…,
karena pada saatnya nanti kau juga akan mengerti !
Cobalah untuk mengerti bahwa pada usia tertentu,
kita tidak benar-benar “hidup” lagi, kita hanya “tidak mati”.
Suatu hari kelak kau akan mengerti
bahwa di samping semua kesalahan yang aku buat,
aku selalu ingin apa yang terbaik bagimu
dan bahwa aku siapkan dasar bagi perkembangan
dan kehidupanmu kelak.
Kau tak usah merasa sedih,
tidak beruntung atau gagal di hadapanku
melihat kondisiku dan usia ku yang sudah bertambah tua.
Kau harus ada didekatku, mencoba mengerti aku
bahwa hidupku adalah bagimu, bagi kesuksesanmu,
seperti apa yang kulakukan pada saat kau lahir.
Bantulah aku untuk berjalan,
bantulah aku pada akhir hidupku dengan cinta dan kesabaran.
Satu hal yang membuatku harus berterimakasih padamu
adalah senyum dan kecintaanmu padaku.

I received this slide show of a person who asked me to translate it into English. It was not signed; I ignore the author.
I offer it to you to all because I found it really touching.It should be the same thing for you!

Tidak ada komentar: