Langit mendung dan gerimis mulai jatuh membasahi tanah liat berpasir yang aku lewati.
Harum bau bunga kemboja di tanah makam ini mengusik hatiku. Mengusik kegelisahan yang ada dan menggantinya dengan sebuah nuansa relaksasi. Sedikit memberikan imajinasi dalam pikiranku: bisa dibikin aromaterapi tuh bau kamboja... Hemmm.....
Kuamati, di samping makam bapakku. Aku mendoakannya, agar Tuhan memberikan kelapangan dan kedamaian baginya. Mengampuni dosanya dan menempatkannya di tempat yang paling baik karena dia adalah orang baik.
Sesaat setelah doa itu selesai kupanjatkan aku mencoba duduk di pinggir batu nisan lainnya di bawah pohon pace sambil mengedarkan pandangan ke sekitar. Walaupun di tempat itu banyak sekali tumbuh pohon-pohon rindang, namun setiap aku kesana selalu bersih. Itu berarti, penjaga makam benar-benar bertanggungjawab terhadap pekerjaannya. Begitu adem suasana disitu.
Ketika sedang asyik mengedarkan pandangan ke sekeliling, pandangan mataku terhenti pada sebuah makam kuno. Di batu nisannya terpahat 1908. Dan disebelah makam itu, sekilas terbaca 1994. Yang artinya sudah lebih dari 10 tahun, si fulan ini berbaring di makam ini untuk menantikan hari kiamat tiba. 10 tahun! Bahkan untuk makam yang bertuliskan 1908 itu berarti sudah 99 tahun. Hampir seabad.
Tertunduk aku di temapt itu. Dengan waktu yang sedemikian lama, apakah fulan yang meninggal itu berada dalam kondisi bahagia? Jika tidak? Berarti hampir selama seabad, fulan tersebut berada dalam siksa kubur.
Sungguh penantian yang panjang....
Tuhan, Ampuni aku....
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar